Konsumen Butuh Pasar Modern
Oleh Anjar Fahmiarto
Meski ada mal dan supermarket, banyak penghuni ingin tetap berbelanja ke pasar tradisional.
Pasar tradisional identik dengan becek, kotor, bau, sampah berserakan di mana-mana, banyak copet, dan tidak nyaman. Bayangan ini masih melekat di benak masyarakat Indonesia hingga kini.
Namun, di tangan pengembang pasar tradisional kini dijadikan tempat yang bersih, nyaman, teratur, bebas copet dan preman, serta memiliki prospek ekonomi yang besar. Namanya pun diubah menjadi pasar modern. Istilah modern dalam arti tempat dan manajemen pengelolaannya.
Saat ini banyak pengembang besar yang membangun pasar modern di proyek perumahannya. Umumnya di perumahan berkonsep township atau kota mandiri. Contohnya Bumi Serpong Damai (BSD) City (Serpong, Tangerang Selatan), Kota Wisata (Cibubur, Bogor), Grand Wisata (Bekasi Timur), Bukit Golf Mediterania (Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara), dan Alam Sutera (Serpong, Tangerang Selatan). PT Modern-land Realty Tbk akan menyusul dengan membangun pasar modern di perumahan Kota Modern, Tangerang.
Di Depok pasar modern juga mulai dikembangkan. Misalnya, pasar segar yang sekarang sedang gencar dipasarkan.
Konsep pasar modern
Umumnya pasar modern sudah memiliki captive market yang besar yaitu para penghuni perumahan yang ada di sekitarnya.
Secara konsep, pasar modern sebenarnya sama dengan pasar tradisional. Didalam bangunan pasar ada lapak-lapak sebagai inti yang dikelilingi kios-kios. Bangunan ini ditambah ruko di bagian luar menghadap area parkir. Sebagian kios menghadap langsung ke lapak, sebagian berhadap-hadapan, dan sebagian lainnya menempel langsung dengan bagian belakang ruko.
Lapak digunakan untuk tempat menjajakan sayur mayur, ikan, daging, bumbu, dan buah. Kios untuk menjual barang kelontong seperti beras, gula, garam, minyak goreng, sabun, dan sebagainya. Sedangkan ruko untuk membuka salon, barter shop, toko obat, perkakas rumah tangga, dan lain-lain.
Chief Marketing Officer PJ Modernland Realty Tbk, Andy K Natanael, mengatakan, karena pasar modern kini menjadi kebutuhan Modernland akan segera membangun pasar modern yang diberi nama Modern Town Market di perumahan Kota Modern, Tangerang.
Pembangunannya mulai dilakukan bulan depan dengan investasi sekitar Rp 150 miliar. Nantinya pasar modern ini akan terdiri atas 306 unit kios, 46 unit ruko, dan 288 lapak.
"Pasar ini dibangun karena adanya kebutuhan di Kota Modern yang didiami sekitar 4.500 kepala keluarga. Tiga perumahan di luar Kota Modern juga belum memiliki pasar modern," katanya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (27/9).
Menurut Andy, ruko dan kios di pasar tersebut akan dijual Rp 150 juta hingga Rp 250 juta. Sedangkan lapak akan disewakan kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional yang ada di daerah itu.
Pembangunan pasar modern merupakan salah satu cara untuk menaikkan nilai properti di suatu kawasan perumahan. "Untuk mengangkat nilai properti bisa dilakukan berbagai cara. Antara lain dengan cara membangun banyak blower atau pusat perbelanjaan. Atau dengan membangun properti di prime location. Kami akan bangun Modern Town Marketdengan harapan bisa menaikkan harga properti di Kota Modern," tutur Andy lebih lanjut.
Senior Corporate Communication Manager PT Alam Sutera Reality Tbk, Liza Djohan, mengatakan, pembangunan pasar modern bukan hanya tren di kalangan pengembang melainkan kebutuhan.
Pasar Modern Alam Sutera, lanjutnya, dibangun untuk memenuhi kebutuhan penghuni Alam Sutera dan sejumlah perumahan yang ada di sekitarnya. Pasar ini sudah beroperasi sejak April lalu.
"Selama ini para penghuni Alam Suteradan perumahan di sekitarnya harus ke daerah lain kalau hendak berbelanja di pasar tradisional. Karena itulah kami bangun pasar tradisional dengan konsep modern di sini," ujar Liza.
Ia menegaskan, pasar modern ini dibangun dengan tidak mematikan para pedagang kecil. Bahkan, bisa menampung mereka untuk berdagang di tempat yang lebih bersih dan nyaman.
Strategi pengembang
Keberadaan pasar modern secara tidak langsung akan menaikkan nilai properti di kawasan Alam Sutera. "Pengaruhnya terhadap nilai properti memang secara tidak langsung. Artinya perumahan dengan fasilitas lengkap, seperti pasar modern, tentu akan lebih disukai konsumen," terang Liza.
Sementara itu, Research and Analyst Manager perusahaan riset dan konsultan properti PT Coldwell Banker Commercial, Dwi Novita Yeni, mengatakan, pembangunan pasar modern merupakan salah satu strategi pengembang untuk menarik minat konsumen membeli properti. Dengan fasilitas itu konsumen akan menjadikannya pertimbangan untuk membeli unit hunian di lokasi tersebut.
"Untuk perumahan skala besar seperti BSD. pasar modern merupakan salah satu fasilitas yang disediakan pengembang untuk para penghuninya. Dan bagi konsumen fasilitas tersebut merupakan daya tarik," katanya.
Yang jelas, lanjut Dwi, pasar modern dibangun karena ceruk pasarnya memang ada. Meskipun di sekitar perumahan tersebut banyak berdiri mal dan supermarket, banyak penghuni yang ingin tetap berbelanja ke pasar tradisional. Salah satu alasanya adalah harga barangnya lebih murah.
"Karena ada pasarnya dan kebutuhannya tinggi banyak pengembang yang membangun pasar tradisional yang dikelola secara modern," papar Dwi. ad christina purwaningsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar